Tax Center

Latar Belakang Pendirian Stiami Tax Center

Sejak awal tahun 1980-an penerimaan perpajakan merupakan primadona penerimaan APBN dan bahkan dalam situasi krisis ekonomi pada tahun 1997 penerimaan perpajakan merupakan tulang punggung penerimaan APBN. Kesinambungan kontribusi penerimaan perpajakan sebagai sumber penerimaan utama APBN terus dipertahankan dan dikelola melalui reformasi perpajakan (tax reforms) yaitu reformasi kebijakan dan admistrasi perpajakan (tax policy and administratif reforms). Ketergantungan APBN yang semakin besar terhadap penerimaan perpajakan merefleksikan semakin besarnya partisipasi masyarakatnya dalam pembangunan melalui pembayaran pajak karena pada hakikatknya ”Pajak dari kita untuk kita”.

Membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakannya merupakan fondasi dasar untuk mengelola penerimaan perpajakan menuju kemandirian pembiayaan APBN di masa yang akan datang. Untuk mewujudkan ”kesadaran dan kepedulian membayar pajak” diperlukan kebijakan yang bersifat holistik yang mencakup lintas sektor seperti sektor agama, pendidikan dan ekonomi karena aspek pajak sudah melekat dalam kehidupan setiap insan manusia. Selain itu, diperlukan partisipasi semua pihak dalam menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk membayar pajak. Menumbuhkan kesadaran tentang pajak (tax awareness) merupakan langkah yang strategis menuju kepedulian membayar pajak (tax awareness).

Dalam rangka menumbuhkan kesadaran perpajakan, maka perlu dilibatkan masyarakat Perguruan Tinggi dengan alasan pertama, masyarakat Perguruan Tinggi dikenal sebagai masyarakat terpelajar; kedua, produk-produk dari Perguruan Tinggi (seperti lulusan mahasiswanya, hasil karya penelitian) sangat dibutuhkan masyarakatnya, ketiga; sebagian besar opini publik (public opinion) dibentuk oleh masyarakat Perguruan Tinggi; dan keempat, mahasiswa merupakan bakal calon Wajib Pajak potensial di masa yang akan datang. Dengan demikian, masyarakat di Perguruan Tinggi perlu dilakukan sosialisasi secara berkesinambungan. Oleh karena itu juga, perlu dibentuk suatu lembaga atau unit organisasi di lingkungan Perguruan Tinggi yang menangani kegiatan tersebut.

 

Visi dan Misi Stiami Tax Center

 

VISI :    Mewujudkan masyarakat kampus yang sadar dan peduli pajak.

MISI :

  1. Sebagai pusat informasi perpajakan yang membantu masyarakat kampus dalam pengembangan pengetahuan dan pendidikan perpajakan.
  2. Membantu Perguruan Tinggi berikut lembaga-lembaga yang ada dalam melaksanakan pemenuhan kewajibannya di bidang perpajakan.
  3. Membantu pejabat dan karyawan di lingkungan Perguruan Tinggi dalam pemenuhan kewajibannya di bidang perpajakan.
  4. Membantu stakeholder (Perguruan Tinggi) untuk memperoleh informasi perpajakan dan pemenuhan kewajibannya di bidang perpajakan.
  5. Menjadi model Tax Center untuk Perguruan-Perguruan Tinggi.

 

Kegiatan

 

  1. Membantu mempersiapkan SAP dan GBPP standar untuk mata kuliah perpajakan pada program studi Diploma, Strata Satu, Strata Dua dan Strata Tiga.
  2. Membantu serta mendorong mahasiswa dan dosen untuk melakukan penelitian di bidang perpajakan.
  3. Melakukan publikasi hasil-hasil penelitian di bidang perpajakan.
  4. Melakukan diskusi, seminar, dan workshop di bidang perpajakan.
  5. Membantu Perguruan Tinggi berikut lembaga dan unit-unit yang ada lingkungannya dalam melaksanakan kewajibannya dalam bidang perpajakan.
  6. Membantu pejabat, dosen dan karyawan di lingkungan Perguruan Tinggi dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.
  7. Membantu Pemerintah dalam penyuluhan perpajakan.

 

Kegiatan Rutin

 

  1. Penelitian dan kajian tentang perpajakan.
  2. Menjalin kerjasama dengan lembaga pemerintah maupun LSM, dan juga pengusaha serta Ikatan Konsultan Pajak baik nasional maupun internasional.
  3. Mengumpulkan dan membuat data base yang berkaitan dengan pajak.
  4. Mengadakan berbagai bentuk kegiatan intelektual dalam hal perpajakan.
  5. Memberikan layanan konsultasi dan saran kepada masyarakat maupun pemerintah, dan pengusaha tentang kesadaran pajak.
  6. Melakukan pendidikan perpajakan dengan metode sosialisasi baik dalam bentuk seminar maupun diskusi ilmiah.
  7. Melakukan pelatihan perpajakan bagi masyarakat baik swasta maupun pemerintah.

 

Program Kerja

A. Jangka Pendek/Tahunan (1 Tahun)

  1. Melakukan penelitian bidang perpajakan.
  2. Menyelenggarakan Pelatihan bidang perpajakan yaitu pengisian SPT tahunan.
  3. Melakukan pengkajian produk hukum maupun rancangan perundang-undangan.
  4. Melakukan penelitian perpajakan dan keuangan publik kerjasama dengan pemerintah baik tingkat Pusat maupun daerah dan lembaga Negara.
  5. Melakukan seminar Nasional maupun Regional berkaitan dengan kebijakan perpajakan.


B. Jangka Menengah (5 Tahun)

a). Riset dan Publikasi

  1. Membuat terbitan berkala dalam bentuk jurnal tentang pajak.
  2. Penelitian setahun sekali yang berkaitan dengan tingkat kesadaran wajib pajak dalam pembayaran pajak.
  3. Layanan penelusuran informasi peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan
  4. Kajian peraturan perundang-undangan

 

b). Pendidikan dan Konsultasi

  1. Membantu Jurusan dalam melakukan evaluasi kurikulum matakuliah-mata kuliah perpajakan.
  2. Pemberian layanan dan konsultasi pengisian SPT baik SPT Masa maupun SPT Tahunan.

 

c). Pelatihan dan Penyuluhan

  1. Seminar Nasional maupun Regional.
  2. Sosialiasi dan kampanye kesadaran pajak dan resolusi sengketa pajak.

 

d). Kerjasama

  1. Menjalin kerjasama dengan lembaga pemerintah maupun LSM nasional.
  2. Menjalin kerjasama dengan lembaga pemerintah maupun LSM internasional.


C. Jangka Panjang

  1. Mengumpulkan dan membuat data base yang berkaitan dengan pajak.
  2. Mengembangkan berbagai model sosialisasi tentang perpajakan.
  3. Membangun jaringan pemberdayaan pajak.
  4. Layanan pengkajian peraturan perundang-undanganan Konsultasi.

Kerja Sama dan Sertifikasi
Social Media